-->
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

Trilogi Among






Tahukah anda semboyan dari Kementrian/Dinas Pendidikan? Bagi yang berkecimpung di bidang pendidikan pasti sudah tahu. Ya benar semboyan tersebut yaitu “Tut Wuri Handayani”. Semboyan ini diambil dari trilogi among yang dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar Dewantara atau RM. Soewardi Soerjaningrat mengemukakan tiga kalimat yang sangat berarti bagi masyarakat Indonesia. Tiga kalimat tersebut menjadi pedoman bagi kebanyakkan orang-orang Indonesia sampai sekarang ini.


Tiga kalimat sakti tersebut tentu mempunyai pengaruh yang berbeda untuk setiap orang pastinya. Pengaruh yang didapat pastilah pengaruh yang positif dan bermanfaat. Saya rasa tidak ada yang meragukan manfaat dari trilogi ini termasuk saya. Ya jelas saja bermanfaat, sampai-sampai Kementrian/Dinas Pendidikan menggunakan salah satu dari tiga kalimat tersebut sebagai semboyan. Tiga kalimat sakti tersebut berbunyi


“Ing ngarso sung tuladha” Di depan menjadi contoh teladan yang baik


“Ing madya mangun karsa” di tengah menyemangati, dan menjadi pemrakarsa


“Tut wuri handayani” di belakang mendorong dan memberi arahan


Kalimat tersebut dapat dijadikan pedoman dalam berbagai hal dan masih sesuai dengan keadaan sekarang ini. Kalimat tersebut juga sangat mendukung kodrat manusia sebagai pemimpin. Kalimat tersebut memposisikan kita sebagai pemimpin bagi diri kita sendiri bahkan orang lain. Jika begitu sudah sepatutnya pemimpin kita harus mempunyai ciri-ciri seperti trilogy tersebut agar bangsa dan Negara kita menjadi lebih baik dari sekarang ini.


Ada sebuah pertanyaan yang muncul dibenak saya “kenapa Kementrian/Dinas Pendidikan hanya menjadikkan tut wuri handayani saja sebagai semboyan?. Kenapa tidak semuanya? Bukankah semuanya mempunyai arti yang saling berkaitan dan saling melengkapi. Jika hanya menggunakan satu kalimat saja sebagai semboyan sudah maju seperti ini, pastilah jika semua di jadikan semboyan akan lmenjadi lebih baik lagi.


Tak perlu berdebat panjang jika ada masalah tentang pendidikan atau bahkan masalah anda sendiri. Ingat trilogi among ini, maknai dengan baik dan hubungkan dengan permasalahan anda pastilah ditemukan jawabannya. Jika anda tidak mendapat jawaban setidaknya member anda pencerahan untuk menjawab masalah tersebut.





Hanya mengisi waktu luang dan ingin mencoba memperbaiki tulisan menjadi lebih serius dari sebelumnya. Komentar saran dan kritiknya di tunggu. Salam

Jumat, 02 Desember 2011

Skripsiku


Keefektifan Pembelajaran IPS Melalui Model Mind Mapping (Peta Pikiran) untuk Mengenal Permasalahan Sosial di Daerah Setempat bagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 02 Paduraksa

Johar Alimuddin , 1402407106 (2011) Keefektifan Pembelajaran IPS Melalui Model Mind Mapping (Peta Pikiran) untuk Mengenal Permasalahan Sosial di Daerah Setempat bagi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 02 Paduraksa.


Abstract 
Salah satu karakteristik pelajaran IPS yaitu cenderung pada hafalan, oleh karena itu guru perlu menggunakan model pembelajaran yang dapat membantu siswa mengingat. Mudahnya siswa mengingat apa yang dihafalkan dapat berdampak positif pada peningkatan hasil belajar IPS siswa. Model pembelajaran mind mapping (peta pikiran) merupakan salah satu model yang dapat membantu siswa dalam mengingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran mind mapping terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pelajaran IPS materi permasalahan sosial di daerah setempat. Bentuk penelitian ini yaitu eksperimen. Penelitian dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 02 Paduraksa sebagai kelas eksperimen dan di kelas IV SD Negeri 04 Paduraksa sebagai kelas kontrol. Sampel dalam penelitian ini merupakan sampel jenuh, karena seluruh anggota populasi dalam penelitian menjadi anggota sampel. Jumlah sampel pada saat penelitian di kelas IV SD Negeri 02 dan 04 Paduraksa adalah 55 siswa. Desain penelitian yang digunakan yaitu perbandingan grup statis. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode korelasi pearson product moment untuk uji validitas dan Cronbach’s Alpha untuk uji reliabilitas. Metode Lilliefors digunakan untuk menguji normalitas data serta metode independent sample t-test untuk mengetahui uji homogenitas dan uji t (pengujian hipotesis). Semua penghitungan tersebut diolah dengan bantuan SPSS versi 17. Setelah dilakukan penelitian, nilai hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol dibandingkan, kemudian dianalisis. Dalam penelitian juga dilakukan pengamatan aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran mind mapping. Setelah dilakukan pengamatan aktivitas, diperoleh rata-rata nilai aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen sebesar 71,13. Nilai tersebut termasuk dalam kategori baik. Aktivitas belajar yang baik tentu berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Perbandingan nilai hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu 69,68 dan 60,00. Setelah dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS versi 17, diperoleh hasil thitung = 2,042 dan signifikansi = 0,046. Harga ttabel dengan dk 53 dan α 0,05= 2,006. Karena thitung > ttabel serta signifikansi 0,046 < 0,05, maka terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran peta pikiran dan yang tidak. Mengacu pada hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran mind mapping mempengaruhi aktivitas dan hasil belajar siswa. Dengan demikian model pembelajaran mind mapping berpengaruh efektif dan signifikan terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS materi permasalahan sosial di daerah setempat.

Jumat, 25 November 2011

SOSOK MULIA

Bulan November 2011 sepertinya menjadi bulan yang penting bagi banyak orang. Pada bulan ini banyak hari yang di anggap sebagai hari baik bagi sebagaian orang. Hari raya idul adha ada pada bulan ini, tanggal 10 juga diperingati sebagai hari pahlawan oleh bangsa Indonesia, tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai hari pejuang kemerdekaan. Tanggal 11, bila ditulis menjadi 11-11-11, tanggal 20 bila ditulis 20-11-2011,, angka tahun sama dengan angka tanggal dan bulan. Pada bulan ini ajang olahraga asean seagemes dilaksanakan dengan Indonesia sebagai tuan rumah,  hari ini 25 november adalah hari guru, harinya para guru seluruh Indonesia. Dari banyaknya hari yang penting tersebut saya ingin mengungkapkan unek2 saya berkaitan dengan guru, karena saya adalah calon guru professional.
Sebelum saya menulis lebih banyak lagi dan anda membaca lebih jauh lagi, saya minta anda untuk menyanyikan Hymne Guru terlebih dahulu. Tidak ada maksud apa2 hanya untuk mengingatkan kita agar selalu mengingat, menghormati serta menghargai jasa para guru-guru kita. Hapalkan lagu Hymne Guru? Kalo tidak ingat bacalah teksnya cari di google, ya setidaknya membuat anda kembali mengingat lagu itu,,, Terimakasih telah menyanyikan lagu Hymne Guru,,, semoga guru-guru kita mendapat balasan yang setimpal.
Guru. Banyak arti dari kata tersebut bila di telaah dari sudut pandang dan oleh orang2 yang pintar. Karena saya bukanlah orang pintar maka saya mengikuti kebanyakan orang mengartikan kata guru sebagai sosok yang harus digugu dan ditiru. Ya saya mengartikan bahwa begitu karena saya tidak termasuk orang yang pintar melainkan orang yang pandai, hahahahah….. Guru adalah sosok yang harus menjadi panutan bagi siapa saja, terutama bagi siswanya. Sekarang ini banyak orang yang tidak menggugu dan meniru guru, bahkan siswanya sendiri pun demikian. Dari hal tersebut timbul pertanyaan “mengapa siswa tidak menggugu dan meniru gurunya?”. Ada 2 kemungkinan jawaban dari pertanyaan tadi, 1. Karena memang guru tersebut memang tidak patut untuk ditiru dan digugu, 2. Karena memang siswanya tidak dapat melakukan apa yang diajarkan oleh gurunya. Tentunya kita harus bijak untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita harus memandang dari sudut pandang  guru dan siswa.
Para pelajar sudah sangat bosan dengan apa yang dilakukan disekolah, mereka dituntu untuk menjadi orang yang pintar seperti Habibi. Hampir semua sekolah seperti itu, tidak mengembangkan siswanya sesuai dengan bakat dan karakter yang masing-masing siswa miliki. Karena hal tersebut siswa menganggap sekolah sebagai penjara yang mengekang kreatifitasnya. Banyaknya tawuran antar pelajar-antar mahasiswa adalah karena mereka sudah bosan dengan kegiatan-kegiatan monoton di sekolah yang membosankan ditambah lagi mereka sudah tidak menurut, menggugu dan meniru seorang guru. Meraka tidak takut kepada siapapun termasuk polisi, satpol PP bahkan gurunya sendiri, hanya satu yang mereka takuti yaitu kunci jawaban ujian, itulah mengapa para pelajar suka bertawuran, dan tawuran itu sukar untuk dihentikan. Para pelajar hanya takut pada kunci jawaban ujian karena jika mereka tidak taat dengan kunci jawaban maka selamanya tidak akan lulus sekolah. Sebuah permenungan bagi para guru agar selalu dapat digugu dan ditiru oleh para siswanya. Apa yang dilakukan oleh siswa dapat merupakan sebuah cermin dari gurunya, karena guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jika gurunya berbuat keburukan maka siswanya akan meniru keburukan tersebut bahkan dapat lebih buruk dari apa yang dilakukan gurunya. Jika gurunya berbuat kebaikan belum tentu siswanya meniru apa yang dilakukan gurunya. Itulah faktor penting seorang guru hal kecil seperti cara kencing pun masih ditiru. Para guru berilah contoh yang baik bagi masyarakat dan para siswa anda. Saya tetap yakin bahwa yang saya tiru dari guru adalah kebaikan kerana “Guruku tidak kencing berdiri, apalagi kencing berlari”.
Selain pengertian guru merupakan sosok yang ditiru dan ditiru guru juga merupakan jembatan. Guru=Jembatan. Jembatan adalah penghubung dua tempat atau dua daerah, seperti itulah guru penghubung dari ilmu-ilmu kebaikan kepada tepian masa depan siswanya. Guru memberi pengetahuan yang belum diketahui siswa, sehingga ia menjadi tahu. Pengetahuan tersebut merupakan bekal bagi siswa untuk menuju masa depan. Guru merupakan penghubung untuk mencapai tepian masa depan siswa oleh sebab itulah dikatakan bahwa guru adalah jembatan. Begitu mulianya seorang guru karena sebagian masa depan seseorang ada di tangannya, tak berharap imbalan jika siswanya yang dulu kini telah sukses dan akan menangis jika siswanya yang dulu kini tidak dapat hidup layak, ya itulah guru. Sosok mulia pembangun insan cendikia.

kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa?
kita jadi tahu beraneka bidang ilmu dari siapa?
kita jadi pintar dibimbing pak guru
kita jadi pandai dibimbing bu guru
guru bak pelita penerang dalam gulita
jasamu tiada tara……….

Selamat hari Guru, semoga selalu menjadi penerang dalam gulita, menjadi sosok mulia pembangun insane cendekia. Terima kasih Wahai sosok mulia semoga tugas mulia para guru dibalas mulia oleh sang maha mulia.


Kamis, 10 November 2011

Pahlawan sesungguhnya

Hari yang masih pagi di 10 November 2011. Tanggal ini adalah tanggal yang sakral bagi bangsa Indonesia. Setiap tanggal 10 november bangsa Indonesia menyebutnya sebagai hari pahlawan, hari untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan. Kenapa bisa tanggal 10 november sebagai hari pahlawan, tidak tanggal2 yang lain?. Tanggal 10 november dipilih karena pada tanggal 10 november 1945 terjadi peperangan yang heroik dari rakyat Surabaya melawan tentara sekutu. Pada pertempuran itu Bung Tomo merupakan penggerak atau penyemangat para pejuang untuk melawan tentara sekutu, pada pertempuran ini salah satu jendral (Mallaby) dari sekutu tewas. Itulah alas an kenapa pada tanggal 10 november diperingati sebagai hari pahlawan.
10 november diperingati sebagai hari pahlawan secara nasional saya agak kurang setuju, lebih tepat jika hari itu saya sebut sebagai hari pejuang. Bukan tanpa alas an saya berani mengemukakan demikian. Bung Tomo yang merupakan salah satu pejuang dalam perang 10 november 1945 dan merupakan penggerak/pemimpin dalam perang baru mendapat pengakuan sebagai pahlawan nasional pada tahun 2008. Mungkin tanpa pengakuan dari pemerintahpun masyarakat sudah menyebut Bung Tomo sebagai pahlawan, tapi kenapa orang yang berjasa besar kepada bangsa ini harus menunggu waktu lama dan syarat yang berbelit-belit untuk dianggap sebagai pahlawan secara resmi oleh pemerintah?. Penyebutan pahlawan harus mendapat pengakuan dari pemerintah, lantas bagaimana para pejuang yang sudah gugur dan belum mendapat penghargaan gelar pahlawan?, Itulah mengapa saya lebih suka menyebutnya sebagai hari pejuang, mungkin akan lebih tepat lagi jika menyebutnya pejuang kemerdekaan.
Kata-kata pahlawan dapat diartikan luas oleh setiap orang, ada yang menyebutnya orang yang berjuang untuk bangsa, ada pula yang menyebutnya orang yang berjasa bagi siapa saja, ada juga yang beranggapan bahwa pahlawan merupakan gelar kehormatan yang diberikan pemerintah. Banyak sekali makna dari kata pahlawan terserah anda mau mengartkan apa?. Kalo saya cenderung mengartikan pahlawan sesungguhnya adalah orang yang berjasa, bermanfaat, memberi pengaruh positif terhadap orang lain, jadi jika kita sudah begitu kita layak menyebut diri kita sebagai pahlawan. Saya juga menyebut ibu dan bapak saya sebagai pahlawan karena mereka telah berjasa sangat banyak, merawat dan membesarkan saya sampai sekarang. Guru saya juga saya sebut sebagai pahlawan saya karena mereka telah berjasa mendidik saya memberikan saya ilmu pengetahunan sehingga saya menjadi seperti ini.
Guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa, tapi itu dulu, sekarang seiring dengan perkembangan jaman nama pahlawan tanpa tanda jasa sudah tidak lagi disematkan kepada sosok seorang guru. Kenapa bisa begitu? Alasan apa yang menyebabkan gelah pahlawan tanpa tanda jasa guru hilang?. Guru pada masa sekarang ini sudah terjamin kesejahteraannya tidak seperti dulu, dimana guru selain mengajar juga harus mencari kerja sambilan untuk memperoleh penghasilan. Sekarang ini guru sudah mendapat penghasilan yang cukup dengan hanya menjadi sebagai guru. Lantas itu semua dianggap sebagai balasan jasa, jadi penghasilan yang cukup tersebut adalah balasan jasa dari apa yang dilakukan, yaitu mengajar, mendidik tunas-tunas bangsa. Gelar pahlawan tanpa tanda jasa seorang guru tersebut rontok karena jasa yang diterimanya, sekarang ini guru disebut sebagai pembangun insan cendekia. Yah apaun sebutannya yang jelas beliau para guru, guru saya, semuanya saya anggap sebagai pahlawan karena beliau saya bisa seperti ini dan bisa menulis ini.
Gelar pahlawan tanpa tanda jasa guru bisa hilang dan diganti seiring perkembangan jaman. Sebuah pertanyaan muncul, apakah gelar pahlawan yang disematkan pada Bung Tomo dan pahlawan-pahlawan lain juga akan bernasib sama seperti gelar pahlawan tanpa tanda jasa guru seiring perkembangan jaman?. Saya hanya bisa berharap TIDAK, mungkin itulah harapan kita semua atas pertanyaan di atas. Semoga para pembangun insan cendekia dapat mencetak pahlawan-pahlawan baru untuk bangsa ini, pahlawan yang tak mengharapkan jasa atas apa yang telah dilakukan sebagai seorang pahlawan. Kita semua adalah pahlawan oleh karena itu mari kita bangun bangsa kita ini sesuai dengan kemampuan kita dan keahlian kita. Semoga para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan Negara ini mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT, aminnnnnnnnnnnnnnnn,
Terimakasih Pahlawanku
Selamat hari pejuang kemerdekan
Selamat hari pahlawan
MERDEKA!!!!!!

Kamis, 19 Mei 2011

SEBUAH KOMPILASI AMBISI, PRESTASI, KEBANGGAAN, PENGHARGAAN, dan SAKIT HATI


SEBUAH KOMPILASI AMBISI, PRESTASI, KEBANGGAAN, PENGHARGAAN, dan SAKIT HATI
Kenapa saya menulis ini adalah karena saya ingin. Tulisan ini mugkin tidak berarti dan bernilai apa-apa bagi anda tapi setidaknya tulisan ini bisa membuat saya melepaskan nafsu saya menulis. Sebenarnya ingin saya menulis lewat FB tapi karena terbatas hanya beberapa karakter saja yang bisa di tulis, maka saya tulis di sini.
Ambisi dapat kita artikan sebagi keinginan, harapan, dan cita-cita atau apalah namun ambisi lebih menegaskan bahwa keinginan itu harus terpeunuhi dengan berbagai cara. Sementara preatasi adalah sebuah hasil yang diperoleh dari usaha seseeorang dan diakui oleh banyak orang serta ada sebuah penghargaan untuk orang yang berprestasi. Kebanggaan adalah rasa atau bisa dibilang sifat yang dimiliki seseorang saat iya memiliki prestasi atau hal-hal yang susah diraih oleh orang lain tetapi ia dapat meraihnya. Penghargaan adalah sebuah hadiah yang diberikan kepada seseorang yang berprestasi. Sakit hati merupakan sebuah penyakit yang berhubungan dengan perasaan seseorang bisa jadi karena apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.
Sebuah ambisi sangat penting dimiliki oleh seseorang untuk dapat menyemangati menjalani hidup. Namun alangkah baiknya janganlah menghalalkan segala cara dalam mencapai ambisi tersebut, karena dengan menghalalkan segala cara merupakan sebuah tanda keputus asaan. Lebih tepat saya sebut cita-cita dengan semangat yang membara bukan ambisi. Ambisi saya ralat lagi cita-cita dengan semangat membara yang dapat dicapai seseorang merupakan prestasi bagi orang tersebut. Apabila prestasi tersebut dapat dirasakan orang lain, dapat mengharumkam nama kelompoknya, dapat dirasakan dan diketahui masyarakat luas layak rasannya diberi sebuah penghargaan. Namun bila orang yang telah mendapatkan sebuah prestasi dan mengharumkan nama kelompoknya kemudian dia tidak mendapat sebuah penghargaan dari prestasiinya tersebut, apa yang akan terjadi?. Sudah dapat dipastikan yang terjadi adalah didapati sebuah penyakit yang orang biasanya menyebutnya sakit hati pada orang yang berprestasi tapi tak dihargai itu.
Begitu pentingnya sebuah penghargaan bagi seseorang, terutama bagi orang yang sudah menyumbang banyak kebaikan bagi kelompoknya. Sakit hati yang dirasakan dapat berlipat ganda manakala sudah tidak mendapatkan penghargaan, tetapi justru orang lain yang tak mempunyai pengaruh apa-apa dalam kelompoknya mendapat sebuah penghargaan yang seharusnya ia dapat. Sakit hati itu akan semakin bertambah parah saat jasa Orang Berprestasi Yang Tidak Mendapat Penghargaan Dibaca (OBYTMP) dibutuhkan dalam sebuah kegiatan untuk mewakili kelompoknya. Pastilah OBYTMP tidak mau untuk mengikitinya, OBYTMP mau saja mengikuti kegiatan tersebut tentu saja dengan syarat tertentu yang ia inginkan pastinya ian ingin mendapatkan penghargaan yang layak dengan apa yang telah ia sumbangkan bagi kelompoknya.
Dan semua itu tergantung pada pemimpin kelompok menyikapi permasalahan ini, tapi sayangngnya pemimpinnya tdak tahu menahu permasalahan tersebut. Jadi penolakan mewkili kelompok dalam sebuah kegiatan di yakini sebaga sebuah kesombongan dan tidak loyal terhadap kelompok. “Mendekat jika ada maunnya saja” layak dikatakan OBYTMP. Perlulah seorang pemimpin menengok permasalahan yang terjadi pada bawahan jangan bawahan terlalu merendahkan saya ganti jadi anggota. Perlulah pemimpin kelompok menengok permasalahan yang terjadi pada anggotannya. Dengan begitu pengahargaan yang didapat seseorang tepat sesuai denga jasanya terhadap kelompok jadi tidak ada yang namannya sakit hati.
Para pemimpin baik itu pemimpin keluarga, pemimpin kelas, pemimpin RT, pemimpin RW, pemimpin desa, pemimpin kelurahan, pemimpin kecamatan, pemimpin kabupaten, pemimpin provinsi, pemimpin Negara, pemimpin perusahaan, pemimpin redaksi TV, pemimpin redaksi majalah, pemimpin TNI, pemimpin POLRI pemimpin warung, pemimpin preman, pemimpin sekolah, pemimpin LP, pemimpin dinas dan seluruh pemimpin yang ada di dunia ini bijaklah dalam memimpin karena itu adalah amanat dan semoga para pemimin di seluruh dunia mendapatkan balasan dari ALLAH SWT sesuai dengan kebaikan mereka.