-->

Selasa, 01 Agustus 2017

Antara Tugas Pekerjaan dan Kewajiban Sebagai Anak

Pagi itu hari minggu masih tanggal 30 Agustus 2017. Berangkatlah saya menuju tempat kerja yg menempuh waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan. Sampai di sana sana langsung saja ada diskusi membahas kegiatan yang akan dilaksanakan esok hari. Banyak yang harus dikerjakan hari itu untuk menyiapkan kegiatan esok harinya. Ada telpon berdering di HP ku entah sudah berapa kali telpon tersebut berdering namun aku tak menyadarinya. Saking seriusnya ngobrol dan diskusi atau justru karena memang tidak fokus. Entahhlahhh, ketika akan menunuaikan tugas berikutnya baru sadar bahwa HP di dalam tas berdering. Telpon diterima dan di suruh nelpon balik ke om,  setelah ngobrol apa yang menjadi pesan pokok telpon gagal disampaikan oleh omku. Akhirnya mamahku yang berbicara "bapak sakit,  di rumah sakit" kata mamahku, otomatis sy jawab "aku masih ditempat tugas,  ya nanti aku pulang".
Saya selesiakan tugas saya yang masih bisa diselesaikan selepas itu langsung bergegas pulang.
Perjalanan pulang ditempuh kurang lebih selama 4 jam, sekitar pukul 13 sy meluncur dan sampai sekitar pukul 17. Entah apa yang dirasakan bapak,  bapak seperti biasa saja tetapi berbicaranya sekarang agak susah (pelo). Apapun itu tak masalah yang terpenting adalah bapak sehat. Memang ada yang tidak dapat digambarkan oleh kata, sebab aku tahu ketika engkau (bapak)  tersenyum kepadaku cinta tak perlu lagi kucari darimu, (ngutip). Semoga segera pulih dan kembali seperti semula.
Tak banyak yang bisa dilakukan, hanya doa untuk bapak untuk mamah dan simbah semoga sehat selalu.  Selalu berdoa agar ketika moment2 yang membahagiakan bapak dan mamah bisa membersamai dan ikut menjadi saksi.  Minimal hantarkan sibontot paripurna dalam segala hal berkaitan dg kehidupannya.
#awalagustusygnasionalis

Selasa, 25 Juli 2017

1st Wd

Setahun yang lalu ditanggal yang sama dengan hari ini aku mengucapkan sumpah,  aku mengucapkan janji. Janji itu disaksikan oleh banyak saksi bahkan ada dua saksi yang harus bertandatangan hitam di atas putih. Bahkan negara (pemerintah) mengabadikan janji saya ini dalam sebuah buku yang dicetak oleh kementrian agama.
Setahun setelah itu ya hari ini, tidak ada yang spesial aktifitas tetap berjalan seperti hari biasanya. Kalender seperti sebuah pengingat sebuah penanda bahwa kita harus terus berusaha. Hanya bisa berdoa semoga Allah SWT memberi kami (saya dan istri) sebuah keberkahan. Semoga bisa membahagiakan orang tua kami serta bermanfaat bagi keluarga dan banyak orang.
Mengingat stahun yanv lalu dan beberapa perjalanan menyenangkan yang kita lewati bersama https://youtu.be/46sWkjzhcpw
Terima kasih sudah menemani perjalanan ini selama setahun,  terima kasih sudah mengisi lorong waktuku selama setahun. Masih banyak tahun tahun lagi di depan yang harus dijalani.  Tetap jadi teman hidupku dalam mengarungi perjalanan ini.
#25 juli yang semilir

Selasa, 11 Juli 2017

Guruku engkau ku banggakan

Di sudut stasiun lempuyangan sembari menunggu kedatangan kereta yang akan mengatarkanku ke stasiun purwokerto saya bermain HP.  Saya tidak sendiri banyak calon penumpang kerata lainnya yang menunggu kereta datang dan mengatarkan ke tempat tujuannya.  Semua sibuk, sibuk mengisi waktu menunggu kereta dengan kegiatan masing masing,  ada yang bermain HP,  ada yang ngobrol ada yg makan dan minum setelahnya, ada yang merokok ditempat khusus perokok ada yang bermain main bersama saudara atau anaknya dan lainnya sebagai kegiatan untuk mengisi waktu seraya menunggu kedatangan kereta. Keretaku kali ini mengalami keterlambatan sekitar 30 menit, tidak hanya Kereta yang saya akan naiki yang terlambat,  dari pengumuman pihak stasiun dapat diketahui bahwa beberapa perjalanan kereta hari ini mengalami keterlambatan. Kereta terlambat itu sudah biasa,  kata lagu iwan fals.  Tak masalah biar terlambat yang penting selamat.
Tak kunjung datang kereta tumpanganku, terus saja aku memainkan HP dan membuka beberapa sosmed yang saya punya.  Secara sadar dan sengaja saya membuka WA dan ada info salah seorang guru saya saat di semarang mengisi sebuah acara di kampus di kota tegal. Alangkah bangganya saya ketika melihat brosur info seminar tersebut, dalam hati saya berucap itu guru saya dulu.
Tak perlu harus mengisi seminar semacam itu serta dengan wajah yang terpampang di brosur atau pamflet. Semua guru yang baik pasti akan selalu dibanggakan oleh muridnya sekalipun beliau itu tak ikut mengisi seminar prosiding atau yang lainnya.  Alangkah lebih bangganya sang murid jika tahu gurunya itu mengisi seminar seminar atau kegiatan lain di mana beliau menjadi tokoh utama, alangkah bangganya sang murid jika karya karya gurunya menjadi fenomenal dan digunakan banyak orang.  Tak harus ada gambar,  cukup ada berita identitas si guru yang jelas sang murid akan dengan bangga menyebut,  "itu guru saya".
Bagaimana jika sang guru yang melihat si murid ada di posisi seperti diceritakan di atas?  Apakah sama reaksinya?  "dia dulu murid saya" dengan bangga sang guru mengatakan, akankah begitu sy juga tidak tahu, karena baru beberapa tahun menjadi guru. Perlu bertanya dengan para senior,  atau menunggu jawaban seraya berjalannya waktu.
"Setiap guru itu murid, jangan berhenti belajar" kata Gus Candra Malik.  Apapun itu kita semua adalah murid,  dan bagaimanapun kita harus tetap menghormati guru kita,  bahkan membanggakan beliau, tidak malu pernah di ajar beliau. Untuk semua guruku akan sy ceritakan kepada anak saya tentang bapak ibu yang saya banggakan yang mengantarkan saya sampai ke titik sekarang ini.  Salam hormat saya untuk bapak ibu guru.

Jumat, 16 Juni 2017

Ramadhan Baru

Ramadhan kali ini berbeda dengan ramdhan ramadhan sebelumnya.  Ramdhan kali ini saya jauh dari keluarga, dan tidak di Pemalang.  Saya di purwokerto bersama istri, yah berbeda karena saya sudah resmi menjadi suami. Berbeda memang, budaya di purwokerto tidak sama dengan di Pemalang.
Apapun perbedaanya nyatanya ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan baik,  bulan yang luar biasa karena ada malam seribu bulan di dalamnya.  Ramdhan tetap puasa,  tetap menahan lapar dan haus dan yang utama menahan hawa nafsu. Tidak ada perbedaan di situ karena sama juga puasa ditandai dengan imsyak dan berakhir ditandai dengan adzan magrib. 
Dimanapun kapanpun ramadhan itu penuh berkah.  Tetap puasa mengaharap ridho dan ampunanNya.  Semoga ramdhan kali ini kita tergolong menjadi kaum yang menang.  Semoga puasa kali ini menjadi awal kebaikan bagi bulan-bulan berikutnya.  Selamat berpuasa. Salam

Jumat, 21 April 2017

Lurus Jalan Terus

Postingan sebelum ini belum selesai dan tidak akan diselesaikan, kalo begitu anggap saja itu sudah selesai. Apa yang dilakukan sepertinya sudah maksimal, bahkan lebih dari itu sampai semuanya berjalan lancar dan berkahir dengan luar biasa. Sudah selesai iya benar tetapi anggapan berjalan lancar dan luar biasa itu hanya anggapan saya pribadi dan segelintir orang. segelintir yang lain menyatakan ada yang kurang. kekurangan itu disebabkan oleh saya, sebab bagaian yang dianggap kurang itu adalah tugas saya.
Betapa terkejutnya saya ketika mendengar berita dari seorang teman yang meceritakan bahwa tugas saya itu dinilai kurang oleh atasan. saya sudah beranggapan bahwa tugas saya itu berhasil dan sukses, ya itu hanya anggapan realitanya tidak begitu. Kecewa, tentu saja sebab anggapan dan harapan saya tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Namun apalah daya yang terjadi itu sudah terjadi. tak bisa dihapus namun bisa dijadikan pelajaran untuk kedepannya.
sudah saatnya mementingkan diri sendiri ketika ciri payah ini tidak dihargai, seharusnya terlebih dulu memahami sebelum memberi nilai. meskipun tak memarahii tetapi sedikit melukai hati. ini adalah ini kisah saya sendiri tak perlu yang lain mengerti, hanya saja saya ingin menulis ini. Tetap jalan terus meskipun banyak aral melintang, jalan berliku tak akan ciutkan nyaliku.Selalu berjuang menuju kebaikan, semoga selalu diberi jalan terang dan dimudahkan segala urusan.

Minggu, 26 Februari 2017

Setelah kesusahan pasti ada kemudahan

Rabu 22 februari 2017 menjadi hari yg menakjubkan buat saya. harus mencari tempat kunjungan acara kegiatan kantor, setelah dicek tempat tidak memuaskan. terpaksa harus cari alternatif lain. diperjalanan menuju kos, motor sy kebakaran dikarenakan ada korsleting kelistrikkan, waktu yg seharusnya bisa untuk mencari tempat kunjungan yg lain tersita untuk menunggu motor diperbaiki. sampai di kos setelah dijemput seorang teman pukul 14.00 belum dapat kepastian kemana tempat kunjungan, pukul 16.30 harus sudah di stasiun pulang menuju pwt. kereta datang masih antri tiket tp akhirnya

Kamis, 19 Januari 2017

Nostalgia Perjalanan

Akhir tahun 2012 smpai akhir tahun 2014 sy sering naik transportasi umum ini. Kurang lebih sekitar dua tahunan sy hampir setiap minggu bolak-balik Pemalang-Semarang. meskipun tidak selalu naik transportasi umum ini (kereta api) terkadang juga naik bus atau naik motor. Sore ini sy bernostalgia naik kereta dr semarang menuju pemalang, setelah paginya sy juga naik kereta dr pemalang ke semarang. entah apa yg berubah, sepertinya banyak yg berubah tetapi sy tidak mengamatinya. yang jelas waktu tempuh perjalanan kali ini semakin cepat, dulu hampir 3 sampai 4 jam sekarang hanya 2 jam sudah sampai pemalang dr semarang begitu pula sebaliknya. bahkan sy pernah berangkat ke stasiun poncol pkul 16.30 ternyata kereta ditunda dan diberangkatkan pukul 22.00. namun hebatnya tetap penuh kereta ini, bahkan smpai kehabisan air petugas ResKAnya. begitu setianya para pengguna trasportasi ini, semoga semakin lebih baik. dan sampailah di pemalang pukul 02.30 smpai.rumah tepat waktu subuh. keterlambatan trsebut ternyata dikarenakan rel tergenang air, banjir menyebabkan keterlambatan. Alam memang tidak bisa diprediksi, Semua adalah kehendakNya.
Termasuk saat ini kala Aku bernostalgia. serasa masih seperti dulu di tahun 2012an, nyatanya ini sudah tahun 2017 usiaku sudah bertambah, dan semuanya berubah. jangankan perubahan di tempat lain perubahan di dalam diri saya sendiri saja sy tidak menyadarinya. perjuanganku sudah berbeda dengan tahun 2012 smpai 2014 kala itu, sekarang harus lebih bersemangat lagi sebab hidup tak semudah waktu kita muda dulu. tetapi perjalanan itu harus dilanjutkan, harus jalan terus, berhenti maka selesai.
Semua harus melanjutkan perjalanan ayo lanjutkan perjalanan masing-masing, sy juga hendak melanjutkan perjalanan saya. semoga Allah memberkahi kota dan meridhoi ikhtiar kita dan mengijabah doa kita aamiin.
#mengintipsenja19januaridariKAKamandakaSMG-PML