-->

Jumat, 08 September 2017

Stasiun Inspirasi

Modernitas menuntut mobilitas yang tinggi, dalam hal apapun tak sekedar urusan pekerjaan atau bisnis. Urusan keluarga bahkan agama butuh mobilitas tingkat tinggi. Bagi yang punya mobilitas tinggi pasti akrab dengan sarana transportasi umum ataupun kendaraan milik pribadi. Apapun medianya yang jelas setiap perjalanan pasti akan punya cerita yang berbeda meskipun titil awalnya sama dan tujuan akhirnya juga sama.
Saya sudah akrab dengan alat transportasi umum terutama kereta api.  Tahun 2012 akhir smpai 2014 akhir, hampir setiap bulan bahkan atau dua minggu sekali saya naik kereta api. Pemalang-Semarang entah berapa kali sudah saya lewati bersama kaligung atau kamandaka. Beberapa bulan ini saya kembali akrab dengan kereta api. Tp bukan lagi pemalang-semarang yang dilewati, purwokerto-yogyakarta atau sebaliknya adalah tujuan saya saat ini. Dari jalur utara jawa tengah berpindah ke jalur selatan jawa tengah. Tak mengapa karena selalu punya cerita dibalik setiap perjalanan.
Trasnportasi ini adalah tempat permenungan yang bisa memunculkan banyak inspirasi tak hanya itu ditempat ini bahkan bisa menjadi silaturahmi. Dari kereta api saya bisa belajar banyak mulai dari sabar menanti, antri, bahkan diskusi dan silaturahmi.  Ketika menunggu distasiun seringkali melamun merenung atau bahkan berpikir tiba-tiba AHA ada saja ide, inspirasi atau semacam pencerahan yang muncul.  Ide, inspirasi dan pencerahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi permasalahan yang sedang dihadapi.
Dikereta yang kosong juga bisa begitu,  kereta kosong adalah tempat permenungan yang asyiikkk dan sempurna menurut saya.  Imaginasi bisa terbang kemana-mana, ingat orang tua,  bersyukur dan kembali menata semangat untuk menata masa depan yang lebih baik. Imaginasi dan permenungan otomatis dilakukan ketika kereta kosong. Ya itu saya, anda bagaimana?  Cobalah naik kereta yang kosong.  Kosong bukan berarti tidak ada penumpang sama sekali melainkan sepi penumpang.
Di kereta yang ramai pun masih ada yang bisa menginspirasi. Silaturahmi otomatis terjalin di banyak kursi yang memunculkan banyak topik diskusi dari banyak orang yang tidak saling kenal. Tak perlu tau nama atau bahkan profesi, cukup tahu tujuan kemana dan asal dari mana sudah bisa membuka diskusi.  Diskusi yang akan memberi banyak inspirasi.  Bagi anak muda beruntunglah jika bertemu bapak bapak atau ibu ibu yang tak pelit berbagi kisah hidup mereka yang fantastis. Karena belajar itu bisa di mana saja kapan saja dan dengan siapa saja.  Jika bertemj dengan ahli agama anda bisa belajar agama di kereta api, jika anda bertemu dosen atau guru anda bisa belajar tentang pendidikan.  Dan jika anda bertemu dengan bos atau pengusaha anda bisa ikut bekerja dg belaiu atau menjalin bisnis bersama.
Kereta api itu alat transportasi yang menginspirasi,  tempatnya banyak muncul inspirasi. Jila tempat berhenti kereta api adalah stasiun maka kereta api adalah stasiun inspirasi terutama bagi saya sendiri.  #jumatyangmasihpagimenujupurwokerto
#joglokertopagiini

Rabu, 23 Agustus 2017

MERDEKA itu....

Hampir selepas masa sekolah tak pernah lagi menikmati upacara memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. Mungkin pernah sekali upacara dan itu sekaligus menandai saya sebagai mahasiswa,  itu tahun 2007 sekarang 2017 dan saya tidak mengikuti upacara kemerdekaan. Tapi tidak selama itu tidak memperingati kemerdekaan dengan tidak ikut upacara semasa manjadi guru saat PPL dan saat mengabdikan diri sebagai guru juga pernah ikut upacara 17an.
Padahal upacara itu panas berdiri lama capek tetapi entah kenapa ada rasa kangen untuk ikut upacara. Saya tidak upacara karena memang tifak ada yang mewajibkan untuk upacara. Itu orang yang upacara juga mungkin saja motifnya karena tugas dari instansi di mana mereka bekerja.  Tidak sepenuhnya dari kemauan mereka sendiri. Saya juga tidak upacara saya juga tidak khusyu nonton upacara di tv. Saya cuma mengantar dan menjemput istri yang melaksnakan upacara 17an. Ya setidaknya itu cara saya merayakan dan memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. Kalo anda seperti apa?
Lantas apakah yang tidak ikut upacara itu tidak menghargai kemerdekaan? Jawabanya belum tentu,  sebab seperti dikatakan tadi bahwa yang upacara itu juga karena tuntutan pekerjaan bukan karena kemauan sendiri.  Bisa jadi justru yang upacara juga tidak menghargai kemerdekaan. Orang yang tidak upacara tetapi ternyata di rumah mereka menonton upacara di instana yang disiarkan di TV dengan khusyu siapa tahu.  Ya semoga baik yang upacara dan yang tidak upacara sama sama menghargai kemerdekaan dan jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan republik Indonesia.
Merdeka itu bebas dari penjajah, ya itu dulu, merdeka juga bisa dikatakan kebebasan dalam berpendapat,  dalam berkreasi dalam berekpresi dan lain lain.  Merdeka itu bebas sebebas bebasnya asal tidak mengganggu orang lain. Bebas tapi tidak mengganggu orang lain itu seperti apa?. Seseorang bisa melakukan apa saja asal tidak merugikan orang lain,  kalo merugikan jangan dilakukan.  Lihat sikon nya, bisa saja merugikan dan mengganggu orang lain karena tempatnya salah jadi tinggal pindah tempat saja di mana tidak ada yang merasa terganggu dan anda bebas melakukan kegiatan yang disukai.
Saling menghargai, menghormati akan berbuah hati yang damai dan kondisi lingkungan aman.
Mari terus berkarya dan bekreasi dengan saling menghormati dan menghargai sebagai bukti kemerdekaan ini tak kosong tapi berisi dan berarti. #agustus yang nasionalis #jayalahsendiriIndonesia

Selasa, 01 Agustus 2017

Antara Tugas Pekerjaan dan Kewajiban Sebagai Anak

Pagi itu hari minggu masih tanggal 30 Agustus 2017. Berangkatlah saya menuju tempat kerja yg menempuh waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan. Sampai di sana sana langsung saja ada diskusi membahas kegiatan yang akan dilaksanakan esok hari. Banyak yang harus dikerjakan hari itu untuk menyiapkan kegiatan esok harinya. Ada telpon berdering di HP ku entah sudah berapa kali telpon tersebut berdering namun aku tak menyadarinya. Saking seriusnya ngobrol dan diskusi atau justru karena memang tidak fokus. Entahhlahhh, ketika akan menunuaikan tugas berikutnya baru sadar bahwa HP di dalam tas berdering. Telpon diterima dan di suruh nelpon balik ke om,  setelah ngobrol apa yang menjadi pesan pokok telpon gagal disampaikan oleh omku. Akhirnya mamahku yang berbicara "bapak sakit,  di rumah sakit" kata mamahku, otomatis sy jawab "aku masih ditempat tugas,  ya nanti aku pulang".
Saya selesiakan tugas saya yang masih bisa diselesaikan selepas itu langsung bergegas pulang.
Perjalanan pulang ditempuh kurang lebih selama 4 jam, sekitar pukul 13 sy meluncur dan sampai sekitar pukul 17. Entah apa yang dirasakan bapak,  bapak seperti biasa saja tetapi berbicaranya sekarang agak susah (pelo). Apapun itu tak masalah yang terpenting adalah bapak sehat. Memang ada yang tidak dapat digambarkan oleh kata, sebab aku tahu ketika engkau (bapak)  tersenyum kepadaku cinta tak perlu lagi kucari darimu, (ngutip). Semoga segera pulih dan kembali seperti semula.
Tak banyak yang bisa dilakukan, hanya doa untuk bapak untuk mamah dan simbah semoga sehat selalu.  Selalu berdoa agar ketika moment2 yang membahagiakan bapak dan mamah bisa membersamai dan ikut menjadi saksi.  Minimal hantarkan sibontot paripurna dalam segala hal berkaitan dg kehidupannya.
#awalagustusygnasionalis

Selasa, 25 Juli 2017

1st Wd

Setahun yang lalu ditanggal yang sama dengan hari ini aku mengucapkan sumpah,  aku mengucapkan janji. Janji itu disaksikan oleh banyak saksi bahkan ada dua saksi yang harus bertandatangan hitam di atas putih. Bahkan negara (pemerintah) mengabadikan janji saya ini dalam sebuah buku yang dicetak oleh kementrian agama.
Setahun setelah itu ya hari ini, tidak ada yang spesial aktifitas tetap berjalan seperti hari biasanya. Kalender seperti sebuah pengingat sebuah penanda bahwa kita harus terus berusaha. Hanya bisa berdoa semoga Allah SWT memberi kami (saya dan istri) sebuah keberkahan. Semoga bisa membahagiakan orang tua kami serta bermanfaat bagi keluarga dan banyak orang.
Mengingat stahun yanv lalu dan beberapa perjalanan menyenangkan yang kita lewati bersama https://youtu.be/46sWkjzhcpw
Terima kasih sudah menemani perjalanan ini selama setahun,  terima kasih sudah mengisi lorong waktuku selama setahun. Masih banyak tahun tahun lagi di depan yang harus dijalani.  Tetap jadi teman hidupku dalam mengarungi perjalanan ini.
#25 juli yang semilir

Selasa, 11 Juli 2017

Guruku engkau ku banggakan

Di sudut stasiun lempuyangan sembari menunggu kedatangan kereta yang akan mengatarkanku ke stasiun purwokerto saya bermain HP.  Saya tidak sendiri banyak calon penumpang kerata lainnya yang menunggu kereta datang dan mengatarkan ke tempat tujuannya.  Semua sibuk, sibuk mengisi waktu menunggu kereta dengan kegiatan masing masing,  ada yang bermain HP,  ada yang ngobrol ada yg makan dan minum setelahnya, ada yang merokok ditempat khusus perokok ada yang bermain main bersama saudara atau anaknya dan lainnya sebagai kegiatan untuk mengisi waktu seraya menunggu kedatangan kereta. Keretaku kali ini mengalami keterlambatan sekitar 30 menit, tidak hanya Kereta yang saya akan naiki yang terlambat,  dari pengumuman pihak stasiun dapat diketahui bahwa beberapa perjalanan kereta hari ini mengalami keterlambatan. Kereta terlambat itu sudah biasa,  kata lagu iwan fals.  Tak masalah biar terlambat yang penting selamat.
Tak kunjung datang kereta tumpanganku, terus saja aku memainkan HP dan membuka beberapa sosmed yang saya punya.  Secara sadar dan sengaja saya membuka WA dan ada info salah seorang guru saya saat di semarang mengisi sebuah acara di kampus di kota tegal. Alangkah bangganya saya ketika melihat brosur info seminar tersebut, dalam hati saya berucap itu guru saya dulu.
Tak perlu harus mengisi seminar semacam itu serta dengan wajah yang terpampang di brosur atau pamflet. Semua guru yang baik pasti akan selalu dibanggakan oleh muridnya sekalipun beliau itu tak ikut mengisi seminar prosiding atau yang lainnya.  Alangkah lebih bangganya sang murid jika tahu gurunya itu mengisi seminar seminar atau kegiatan lain di mana beliau menjadi tokoh utama, alangkah bangganya sang murid jika karya karya gurunya menjadi fenomenal dan digunakan banyak orang.  Tak harus ada gambar,  cukup ada berita identitas si guru yang jelas sang murid akan dengan bangga menyebut,  "itu guru saya".
Bagaimana jika sang guru yang melihat si murid ada di posisi seperti diceritakan di atas?  Apakah sama reaksinya?  "dia dulu murid saya" dengan bangga sang guru mengatakan, akankah begitu sy juga tidak tahu, karena baru beberapa tahun menjadi guru. Perlu bertanya dengan para senior,  atau menunggu jawaban seraya berjalannya waktu.
"Setiap guru itu murid, jangan berhenti belajar" kata Gus Candra Malik.  Apapun itu kita semua adalah murid,  dan bagaimanapun kita harus tetap menghormati guru kita,  bahkan membanggakan beliau, tidak malu pernah di ajar beliau. Untuk semua guruku akan sy ceritakan kepada anak saya tentang bapak ibu yang saya banggakan yang mengantarkan saya sampai ke titik sekarang ini.  Salam hormat saya untuk bapak ibu guru.

Jumat, 16 Juni 2017

Ramadhan Baru

Ramadhan kali ini berbeda dengan ramdhan ramadhan sebelumnya.  Ramdhan kali ini saya jauh dari keluarga, dan tidak di Pemalang.  Saya di purwokerto bersama istri, yah berbeda karena saya sudah resmi menjadi suami. Berbeda memang, budaya di purwokerto tidak sama dengan di Pemalang.
Apapun perbedaanya nyatanya ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan baik,  bulan yang luar biasa karena ada malam seribu bulan di dalamnya.  Ramdhan tetap puasa,  tetap menahan lapar dan haus dan yang utama menahan hawa nafsu. Tidak ada perbedaan di situ karena sama juga puasa ditandai dengan imsyak dan berakhir ditandai dengan adzan magrib. 
Dimanapun kapanpun ramadhan itu penuh berkah.  Tetap puasa mengaharap ridho dan ampunanNya.  Semoga ramdhan kali ini kita tergolong menjadi kaum yang menang.  Semoga puasa kali ini menjadi awal kebaikan bagi bulan-bulan berikutnya.  Selamat berpuasa. Salam

Jumat, 21 April 2017

Lurus Jalan Terus

Postingan sebelum ini belum selesai dan tidak akan diselesaikan, kalo begitu anggap saja itu sudah selesai. Apa yang dilakukan sepertinya sudah maksimal, bahkan lebih dari itu sampai semuanya berjalan lancar dan berkahir dengan luar biasa. Sudah selesai iya benar tetapi anggapan berjalan lancar dan luar biasa itu hanya anggapan saya pribadi dan segelintir orang. segelintir yang lain menyatakan ada yang kurang. kekurangan itu disebabkan oleh saya, sebab bagaian yang dianggap kurang itu adalah tugas saya.
Betapa terkejutnya saya ketika mendengar berita dari seorang teman yang meceritakan bahwa tugas saya itu dinilai kurang oleh atasan. saya sudah beranggapan bahwa tugas saya itu berhasil dan sukses, ya itu hanya anggapan realitanya tidak begitu. Kecewa, tentu saja sebab anggapan dan harapan saya tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Namun apalah daya yang terjadi itu sudah terjadi. tak bisa dihapus namun bisa dijadikan pelajaran untuk kedepannya.
sudah saatnya mementingkan diri sendiri ketika ciri payah ini tidak dihargai, seharusnya terlebih dulu memahami sebelum memberi nilai. meskipun tak memarahii tetapi sedikit melukai hati. ini adalah ini kisah saya sendiri tak perlu yang lain mengerti, hanya saja saya ingin menulis ini. Tetap jalan terus meskipun banyak aral melintang, jalan berliku tak akan ciutkan nyaliku.Selalu berjuang menuju kebaikan, semoga selalu diberi jalan terang dan dimudahkan segala urusan.