Jalan menuju tempat jauh dengan mengendarai motor membuat saya sadar bahwa komunikasi itu penting. Tanpa adanya komunikasi antar pengedara pasti akan terjadi banyak sekali kecelakaan. Semisal anda mengendarai motor kemudian anda akan berbelok ke arah kanan maka anda harus memberi tanda dengan menyalakan lampu di sebelah kanan anda. Jika anda tidak memberi tanda pasti anda akan tertabrak oleh kendaraan lainnya dr belakang maupun dr depan anda. Selain komunikasi sederhana tersebut pengedara juga harus mematuhi peraturan yang berlaku di jalanan semisal lampu merah, dilarang berhenti, dilarang menyalip. Aturan tersebut dibuat agar pengendara aman saat di jalan. Jika ada yg melanggar bisa berakibat fatal bagi pengendara sendiri
Senin, 11 Mei 2015
Senin, 04 Mei 2015
Ada cerita berbeda disetiap perjalanan
Selepas dari Semarang sudah banyak saya melakukan perjalanan, bahkan hampir setiap minggu saya menempuh jarak sekitar 150 Km, 300 Km bolak bolak. Seperti apa ceritanya nantikan postingan berikutnya, my life my journey my story.
Rabu, 15 Oktober 2014
Terima Kasih
Rabu
Pagi yang sudah 15 Oktober 2014. Kini tiba saatnya saya mengucapkan
terima kasih kepada Semarang, Teman-teman yang di depan, saya segera menyusul,
yang bareng2 ayo maju bareng, yg masih di belakang ayo segera susul kami. Teman2 Kontrakan Asev
Marley, Kang Andre, Bayu, Puji, Apin, Yongki, Ucup, dan Suradi. Terima kasih
Kaligung Mas, Kamandaka, Nusantara, penjual tiket, penjual aqua. Pak Bandi, Bu Bandi,
Bento, Terima kasih atas bantuannya yg diberikan. Bapak ibu Kepsek beserta staf
guru dan karyawan yang sudah mengizinkan saya untuk nimbrung belajar. Terima Kasih untuk G 2783 FD yang selalu setia menemani saya, satu misi lagi bawa saya ke Cilacap yah. Mbah sukir
the morning heros, pak gondrong, toing, kucingan, pak rt, pak rw, pak lurah,
pak camat, pak wali, pak gub, pak presiden Terima Kasih. Bapak ibu yang selalu
menyumbangkan segalanya kepada saya dan yang jauh di selatan sana yang selalu
menyemangati saya. Terima Kasih untuk semuanya mohon maaf bagi yang belum
tercantum. Cuma pingin ngucapin Terima Kasih, Udah Gitu doang.
#
Musim Kemarau yang Kepanasan
Jumat, 08 Agustus 2014
Selera Berbahasa
cuma pingin nulis sitik mbuh apa sing penting nulis. Setiap hari Jumat umat muslim yang berjenis kelamin laki-laki diwajibkan untuk melakukan Sholat Jumat. Saya muslim dan saya laki-laki oleh karena itu saya Sholat Jumat. Sholat Jumat di sebuah Masjid di Kota Semarang Jawa Tengah. Ada yang menarik dari Sholat Jumat kali ini, bukan Sholatnya melainkan Khutbahnya. Seperti khutbah Jumat pada umumnya ada pesan yang disampaikan khotib agar selalu beriman bertakwa kepada Allah SWT. Khutbah yang disampaikan khotib siang tadi mengenai kisah Lukman dan anaknya yang berjalan dengan keledainya. Tentu semua sudah tahu kisah tersebut, kalo belum tahu cari saja di mbah google. Saya pun sudah tahu kisah tersebut tetapi saya terus mengamati apa yang disampaikan sang khotib. Saya menunggu beliau mengucapkan kata bodoh saat dia menceritakan Lukman dan anaknya berjalan menuntun keledai bukan malah dinaiki. Tapi ternyata beliau tidak mengeluarkan kata tersebut, beliau mengubahnya menjadi kata bagaimana dengan mimik menyiratkan keheranan. Tidak ada kata bodoh disebutkan. Saya langsung kagum seketika karena beliau tidak menggunakan kata bodoh. Beliau menyampaikan khutbah dengan amat santun juga tetap dengan nada yang bersemangat. Hanya sekedar pemilihan kata atau selera berbahasa namun bagi orang yang selera berbahasanya rendah saya yakin kata bodoh pasti akan dilafalkannya. Sederhana sekali tapi saya belajar banyak dari khutbah Jumat tadi, belajar agar tidak menghiraukan omongan orang yang merugikan, belajar sopan berbahasa, dan belajar menjadi guru tanpa menggurui.
Semarang selepas disapa hujan, Jumat malam yang masih bertanggal 8 Agustus 2014
Selasa, 08 Juli 2014
BEDA SUDUT PANDANG
Entah kenapa saya akrab dengan tempat ini. Tempat ini adalah minatur kehidupan baca ini kenapa saya menyebutnya miniatur kehidupan (http://bangjoalimuddin.blogspot.com/2013/11/miniatur-kehidupan-rumah-sakit.html).
Kemarin 7 Juli 2014, saya menemani bapak saya untuk untuk cek kesehatan di RSUD Kraton Kab. Pekalongan yang uniknya tempatnya ada di wilayah Kota Pekalongan. Kami berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB dan pulang sampai kerumah pukul 15.00 WIB. Kurang lebih 9 Jam dari berangkat daftar, nunggu diperiksa dokter, ngantri obat, sampai kemabli ke rumah. Perjalanan dari rumah sampai ke RSUD Kraton Kab. Pekalongan sekitar 1 jam. Sekitar 7 jam saya ada di RSUD Kraton Kab. Pekalongan. Selama 7 jam itu ada satu hal yang menurut saya menarik dan saya tergerak untuk mengabadikannya dengan tulisan ini.
Sudut pandang saya sebagai anak menganggap bapak tua itu HEBAT karena dia berani dan mampu ke RS SENDIRIAN entah untuk apa tapi sepertinya cek kesehatan. Sementara sudut pandang bapak saya sebagai orang tua menganggap KASIAN sekali bapak itu pergi ke RS SENDIRIAN kemana anak-anaknya?. ini pelajaran yang tidak dipatkan di sekolah manapun. Silakan berpendapat tentang hal itu, yang jelas waktu itu tingkat kesayangan saya terhadap orang tua melonjak ke tingkat yang tinggi seketika.
Semoga selalu diberikan kesempatan untuk selalu menemani beliau di saat membutuhkan anak-anaknya. setidaknya itu adalah balasan atas apa yang telah mereka lakukan saat merawat saya dari bayi sampai sekarang ini. Semoga kita semua termasuk golongan anak yang berbakti kepada orang tua. Salam.
Kamis, 29 Mei 2014
Butuh Penyemangat
banyak sebenarnya yang ingin saya tulis tapi karena terlalu banyak kata di pikiran saya sampai tidak bisa dituangkan dalam tulisan. Sedang butuh semangat dan motivasi yang sangat kuat untuk terus melanjutkan perjalanan hidup. Hidup memang tidak semudah waktu kita muda dulu. Di umur yang hampir 25 tahun saya masih membebani orang tua, entah harus bagaimana agar tidak begitu saat ini hanya bisa berdoa dan bekerja mencari pekerjaan serta menyelesaikan study saya yang belum kelar. Mohon doanya dari para pembaca agar saya segera mungkin menyelesaikan study saya dan mendapat pekerjaan yang dapat membantu orang tua saya, setidaknya dengan tidak meminta uang jajan dan uang makan.
Sudah banyak sebenarnya kata-kata dan kejadian yang memotivasi saya untuk tetap bertahan melanjutkan perjalanan hidup ini. Hanya sesaat saja kata-kata itu meresap dan dapat menyemangati saya dua tiga hari berlalu semangat itu hilang lagi harus dalam bentuk apa semangat yang bisa bertahan lama saya tidak tahu atau mungkin semangat saya harus diberi formalin agar awet semangatnya. Entahlah yang jelas masih butuh penyemangat.
Mohon kepada pembaca untuk komen dan berikan saya cerita-cerita atau kata-kata yang dapat menyemangati saya.
Terima Kasih
Sudah banyak sebenarnya kata-kata dan kejadian yang memotivasi saya untuk tetap bertahan melanjutkan perjalanan hidup ini. Hanya sesaat saja kata-kata itu meresap dan dapat menyemangati saya dua tiga hari berlalu semangat itu hilang lagi harus dalam bentuk apa semangat yang bisa bertahan lama saya tidak tahu atau mungkin semangat saya harus diberi formalin agar awet semangatnya. Entahlah yang jelas masih butuh penyemangat.
Mohon kepada pembaca untuk komen dan berikan saya cerita-cerita atau kata-kata yang dapat menyemangati saya.
Terima Kasih
Sabtu, 09 November 2013
Miniatur Kehidupan (Rumah Sakit)
Sore menjelang petang masih di 8
November 2013. Selalu saja ingin memaknai hujan yang turun hari ini, seperti
ingin mencari tahu arti hidup ini. Lahir hidup mati, 3 kata sederhana namun
banyak arti, banyak makna, banyak penafsiran. Saya hanya ingin bercerita
tentang tempat aneh, tempat ini adalah miniatur kehidupan. lahir, hidup, mati
semuanya ada di sini. Tempat ini adalah Rumah Sakit, saya anggap tempat ini
adalah tempat yang aneh, anda pasti sudah mengetahuinya, entah anda
menganggapnya tempat apa?.
Alhamdulillah kemarin hari Rabu 6
November 2013 resmi saya menyandang status sebagai paman. Paman dari anak kakak
saya, istri kakak saya melahirkan seorang gadis yang cantik juga lucu. Sebelum
kelahirannya saya sempat menunggui hari selasa sampai rabu pagi di Rumah Sakit.
Selama di rumah sakit tersebut banyak pikiran saya entah berloncatan kemana,
sebagian yang akan saya tulis di bawah dan yang sudah tertulis di atas
terispirasi saat di rumah sakit tersebut. Sampai-sampai saya tulis status
facebook seperti berikut ini ”ada sedih ada senang, ada
kebersamaan ad jg keegoisan,, ksakitan dan kenikmatan,,, kebingungan kaum kaum
inferior, dan pembanggaan diri kaum superior. humanis it semestinya tp bnyk
cerita yg mgatakan tdak dmikian.
tempat ini aneh penuh permenungan walaupun tdak berniat utk itu”.
tempat ini aneh penuh permenungan walaupun tdak berniat utk itu”.
Dari
status tersebut saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa di Rumah Sakit itu ada
Sedih dan ada Senang. Senang karena banyak anak yang lahir di tempat ini, ibu
bapak dan keluarga pasti akan merasa senang atas kelahiran anaknya, adiknya,
tidak mungkin kakaknya, cucunya, keponakannya apapun itu pokokmen masih dalam
ikatan keluarga. Seperti dua sisi mata uang ada disatu sisi ada senang di sisi
lain ada sedih. Sedih karena tidak sedikit orang yang meninggal di tempat ini,
keluarga yang kedapatan saudaranya meninggal pasti bersedih dan berlinang air
mata saking sedihnya ditinggal salah satu dua tiga atau bahkan lebih dari
anggota keluarganya. Harus sedih atau harus senang? Sedih kalo memang harus
sedih, dan senang kalo memang harus senang, tapi jangan jadikan kesedihan
sebagai pembenaran untuk sebuah keluh mengeluh, bukang melenguh.
Ada kebersamaan
ada juga keegoisan, lagi sebuah keanehan yang terdapat di tempat ini. Di sini
ada kebersamaan ada juga keegoisan. Kebersamaan itu dapat dilihat dari
bagaimana keluarga yang salah satu anggotanya di rawat di sini bergantian dan
bersama menjaga, menjenguk, membantu anggota keluarganya yang sedang dirawat.
Kebersamaan juga dapat dilihat ari beberapa petugas yang bekerja secara
bersama-sama dan kompak dalam menangani pasiennya. Selain kebersamaan ada juga
keegoisan di tempat ini, hal ini dapat dilihat saat seseorang masuk ke tempat
ini dan ada beberapa anggota keluarga yang bertentangan masalah penempatan
ruangan yang akan dipakai. Terkadang pertentangan ini menimbulkan masalah yang
berkepanjangan di dalam keluarganya, padahal hanya masalah sepele. Inilah sebab
saya sebut ada keegoisan di tempat ini, orang yang masih satu keluargapun
selalu ingin menang sendiri dan menganggap pendapatnya paling benar tanpa
mempedulikan pendapat orang lain.
Berikutnya adalah perbedaan yang
mencolok antara sie kaya dan sie miskin, kaum inferior ditempat ini akan
mengalami kebingungan dan kesedihan yang amat sangat, ada yang rajin telepon
ada yang mondar-mandir, ada yang mukanya lusuh namun pura-pura tegar, itu
semuanya adalah karena kebingungan. Ya bingung bagaimana nanti cara membayar
biaya perawatan selama di tempat ini. Yang telpon menelpon teman keluarga atau
bahkan lintah darat untuk dapat diberi pinjaman uang, yang modar-mandir dan
muka lusuh juga sama sedang berfikir bagaimana membiayai perawatan juga uang
untuk menebus resep obat. Banyak tingkah aneh di sini berkaitan dengan hal tersebut.
Orang yang tergolong dalam kaum ini cenderung berada di kamar murah dan
pelayanan yang terkesan alakadarnya. Bahkan perlakuan dari pihak di tempat ini
juga berbeda. Sementara kaum Inferior bingung, kaum superior justru
membanggakan diri, mungkin bukanya membanggakan diri tetapi hanya ingin
memberikan perawatan yang maksimal bagi anggota keluarganya yang sakit.
Sejatinya tujuannya adalah baik namun, tidak sedikit orang yang memang
membanggakan diri atas hal tersebut. Seperti sudah dikatakan sebelumnya, pelayanan
yang diberikan untuk kaum superior ini pun sangat-sangat jauh dibandingkan kamu
inferior. Kamu Inferior alakadarnya, kaum superior apa maunya, kira-kira
seperti itulah saya menyebutnya.
Seharunya tempat ini humanis
karena tempat ini adalah tempat pelayanan masyarakat. Namun banyak cerita yang
beredar bahwa tempat ini tidak seperti yang seharusnya yaitu humanis. Banyak oknum
pegawainya yang terkadang menyepelekan pasiennya, apalagi jika sudah terlihat
dia dari golongan inferior. Terkadang pula ada yang tidak mau menerima orang
dengan keadaan tertentu terutama berkaitan dengan status kismin. Padahal semua
orang berhak mendapat pelayanan kesehatan yang layak, namun justru dari pihak
kesehatan sendiri yang membuat diskriminasi dalam pelayanan. Atas dasar itulah
saya menyebut tempat ini tidak humanis, padahal jika pasien merasa nyaman dan
keluarga juga demikian niscaya kesembuhan akan segera didapat oleh siempunya
sakit.
Karena hal di atas jika kita ke
tempat ini secara tidak langsung kita bepikir dan termenung akan beruntungnya
diri ini dibandingkan dengan orang itu (orang yang ada di rumah sakit). Tidak
ingin merenung tapi pasti secara tidak sadar permenungan itu datang dengan
sendirinya ke otak. Bersyukur masih diberi sehat dan umur panjang, akan lebih
menghormati orang tua terutama ibu saat tahu bagaimana sakitnya dan berbahanya
bertaruh nyawa saat melahirkan.
Itulah tempat yang aneh menurut
saya sekaligus miniatur kehidupan karena semua aspek kehidupan ada di tempat
ini. Tidak ada maksud apa-apa dari tulisan ini hanya sekedar ingin menulis apa
yang saya pikirkan dari sekelumit pengalaman saya di rumah sakit. Semoga Semua
yang sakit diberi kesembuha oleh Allah SWT. Dan yang masih Sehat semoga selalu
konsisten untuk sehat dengan cara menjaganya dengan apapun itu carannya.
SALAM, masih ada mangga harum manis yang tak berbagi.
SALAM, masih ada mangga harum manis yang tak berbagi.
Langganan:
Postingan (Atom)