-->

Senin, 15 Juli 2013

Allah Tidak Pernah Tidur (Allah tahu kok! VS Allah tahu lho!)


Allah Tidak Pernah Tidur
(Allah tahu kok! VS Allah tahu lho!)
            Semua umat Islam di dunia ini pasti mengenal Asmaul Husna, atau nama-nama baik Allah. Allah mempunyai 99 nama baik yang harus diyakini oleh umat muslim. Beberapa nama baik tersebut yaitu Allah maha melihat dan Allah maha Mendengar, Allah maha mengetahui. Dari nama baik tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Allah tidak pernah tidur karena Dia Allah selalu mendengar apa yang dibicarakan sekalipun di dalam hati, melihat apa yang dilakukan sekalipun sendirian tanpa ada orang satupun yang melihat, dan mengetahui apa yang dirasakan oleh seseorang.
            Dengan meyakini Asmaul Husna tersebut seharusnya dalam melakukan sebuah tindakkan sesorang harus melandaskan kepada sebuah kebaikan, bukan keburukan karena Allah selalu melihat, mendengar dan mengetahui apa yang dilakukan. Jika pedoman tersebut di imani maka akan banyak permasalahan di negeri ini dapat di atasi. Seseorang yang meyakini bahwa Allah maha melihat tidak akan melakukan tindakan pencurian. Koruptor akan berhenti melakukan korupsi jika meyakini Allah maha melihat, maha mendengar dan maha mengetahui dan maha mengetahui. Itu sejatinya ajaran agama, selalu melakukan kebaika, bukannya melakukan kegiatan yang merusak dan bahkan merugikan orang lain.
            Hal-hal yang negatif yang terjadi sebenarnya adalah salah pengartian yang dilakukan oleh seseorang. Ada Asmaul Husna yang berarti Allah maha bijaksana, dan Allah maha memaafkan. Ini sering dipakai untuk dijadikan alasan melakukan hal-hal negatif oleh seseorang. Misalnya saja saat bulan ramadhan seperti ini banyak orang yang tidak menjalankan puasa, padahal pada bulan ramadhan puasa itu wajib hukumnya bagi yang mampu. Mampu di sini diartikan sehat, tidak ada hal yang menghalanginya untuk melakukan puasa. Orang yang tidak melakukan puasa di bulan ramadhan ini ada yang beralasan bahwa sedang melakukan perjalanan jauh, memang orang yang melakukan perjalanan jauh diperbolehkan untuk tidak puasa. Tapi ini perjalanannya tidak begitu jauh hanya alassan saja untuk tidak melakukan puasa. Kemudian alasan pekerjaan yang berat, kemudian beralasan lagi sedang sakit, padahal hanya sakit ringan yang tidak mengganggu puasa. Hal kecil saja dapat digunakan sebagai alasan untuk tidak melakukan puasa. Mereka yang seperti ini menerapkan prinsip Allah tahu ko!, toh lagian Allah kan maha bijaksana, pasti memahami dan memaafkan perbuatannya tidak berpuasa tersebut.
            Prinsip “Allah tahu ko!” inilah yang kurang tepat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip ini sering kali dijadikan alasan pembenaran untuk sebuah kesalahan. Sejatinya prinsip ini dijadikan dasar atas tidak dapat dilakukannya kewajiban terhadap Allah karena seseuatu hal, misalnya perjalanan jauh dan memakan waktu yang lama maka diperbolehkan untuk berbuka pada saat itu, tetapi menggantinya di lain waktu. Contoh lain yaitu saat perjalanan jauh sholat dapat digabung atau bahkan digabung sekaligus diringkas jumlah rakaatnya. Allah mempermudah dalam melakukan ibadah tetapi kewajiban ibadah tersebut tidak boleh ditinggalkan. Misalnya saja seseorang belum sholat ashar tetapi jadwal kereta berangkat pukul 15.00 dan sampai di tempat tujian pukul 18.00 yang sudah masuk waktu magrib. Orang tersebut dapat saja menggabung sholat asharnya dengan sholat dhuzur sebelum dia berangkat, atau dapat juga sholat di kereta dengan berwudhu secara tayamum, tetapi orang ini meninggalkan sholat ashar dengan menggunakan prinsip “Allah tahu ko!” saya sedang melakukan perjalanan. Nah inilah hal yang salah dan tidak boleh untuk ditiru.
            Untuk mengatasi hal negatif tersebut atau minimal mengurangi hal negatif dari prinsip “Allah tahu ko!” harus ada prinsip lagi yang melawan prinsip tersebut yaitu prinsip “Allah tahu lho!”. Prinsip “Allah tahu lho!” ini dapat mengerem dan mengendalikan orang yang akan berbuat jahat atau berbuat maksiat. Melalui keyakinan terhadap prinsip “Allah tahu lho!” ini orang yang akan melakukan seuatu perbuatan negatif akan selalu merasa diawasi oleh Allah, sekalipun tidak ada orang yang melihat, tetapi merasa bahwa Allah selalu mengawasinya. Dengan adanya pengawasan yang terus menerus seseorang akan melakukan perbuatan yang baik, sebab orang tersebut juga meyakini jika melakukan hal yang buruk, jahat, maksiat maka akan diberi balasan keburukan atau sering disebut dosa oleh kebanyakan orang.
Prinsip “Allah tahu ko!” juga tidak selamanya jelek, prinsip ini dapat digunakan bilak dalam perjalanan jauh dan sesorang menggabung dan menyingkat sholatnya, kemudian tidak berpuasa pada bulan Ramadhan dan menggantinya pada hari lain di luar bulan Ramadhan. Bila prinsip ini tidak digunakan maka ibadah terhadap Allah akan terasa semakin berat. Padahal Allah tidak memberatkan kaumnya dalam urusan beribadah kapada-Nya. Prinsip “Allah tahu lho!” juga tidak selamanya baik, bila prinsip ini menjadikan seseorang mengutamakan ibadah kepada Allah saja dan melupakan hubungan dengan orang lain atau masyarakat maka prinsip ini dapat menjadi jelek. Jadi kedua prinsip ini dapat digunakan untuk hal baik dan buruk, positif dan negatif, tinggal bagaimana caranya seseorang menempatkan prinsip tersebut. Ya walaupun sebenarnya prinsip “Allah tahu lho!” lebih banyak manfaatnya daripada prinsip “Allah tahu ko!”. Ya setidaknya marilah belajar bijaksana dengan mencoba memahami sebelum memarahi, menghakimi, mengata-ngatai dan yang paling penting yaitu jangan sekali-kali meninggalkan kewajiban.

Rabu, 01 Mei 2013

Belajar Sejati


Sudah banyak orang yang sadar akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan manusia. Peningkatan kesadaran tersebut tidak di dorong oleh kualitas yang baik dari hasil pendidikan. Orang yang sekarang sadar tersebut tidak memahami inti dari pendidikan yang sebenarnya. Kebanyakan orang yang sedang menjalani pendidikan pastilah ingin cepat lulus dan mendapatkan nilai yang baik. Setalah mendapat ijazah ingin bekerja di tempat yang layak dan bagus setelah itu ingin menjadi kaya. Kemana inti pendidikan yang sebenarnya? yang mengutamakan ilmu bukan nilai dan cepat lulusnya kemudian bekerja lalu menjadi kaya.
Al quran dalam surat Al Mujadallah ayat 11 menyatakan Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Ditinggikan dalam arti bahwa dengan ilmu masalah yang ada dapat di atasi. Jadi orang yang berilmu pasti dapat mengatasi masalahnya dengan baik dan tidak merugikan orang lain. Tidak seperti pejabat kita yang sering kita lihat di televisi yang merugikan banyak orang dengan melakukan korupsi.
Para pejabat di tingkat yang tinggi kemudian tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik merupakan dampak kualitas pendidikan yang kurang baik. Para pejabat melaksanakan tindakan korupsi yang merugikan bangsa serta masyarakat. Seperti saat sekolah dulu ingin cepat lulus dengan nilai yang tinggi, sifat ini terbawa saat kerja yaitu ingin cepat kaya dengan usaha yang sedikit akhirnya melakukan tindakan pidana korupsi. Ada pula yang bilang karena cerita anak-anak tentang “si kancil” menyebabkan masyarakat Indonesia suka korupsi. Sebenarnya cerita si kancil itu mengandung arti yang baik jika tidak ditelan mentah-mentah makanya dalam setiap pembelajaran harus ada guru yang membimbing. Si kancil cenderung diartikan licik bukan cerdik inilah yang sepertinya sudah melekat di benak masyarakat Indonesia. Dalam pendidikan harus dipilah mana yang baik dan yang jelek yang baik untuk ditiru dan yang jelek tidak untuk ditiru. Di situlah tugas guru berperan sebagai pembimbing, teman, kakak, orang tua agar dapat mengarahkan anak ke hal-hal yang positif.
Hal utama yaitu mental-mental korup itulah yang harus dihilangkan dari dunia pendidikan, bukan justru dari pendidikanlah hal negatif tersebut terjadi. Tidak perlu menyalahkan orang lain yang terpenting saat ini adalah bagaimanakah cara meningkatkan mutu pendidikan dan menciptakan manusia-manusia indonesia yang berilmu dan berbudi pekerti luhur?

Pengertian Pendidikan
Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan pada umumnya berarti daya upaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti (kekuatan bathin, karakter), pikiran (intelek), dan tubuh anak. Dalam pengertian ini Ki Hajar Dewantara justru menitik beratkan pendidikan terhadap budi pekerti (Kekuatan Bathin dan karakter).
Undang-undang sistem pendidikan Nasional menyatakan bahwa adalah usaha sadar dan terncana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepriadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam pengertian ini sudahlah sangat jelas tentang arti pendidikan, di dalam pendidikan ada akhlak mulia serta kamampuan yang diperlukan oleh masyarakat, bangsa dan negara.
dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar oleh manusia untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya dan bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan =negara. Jika usahanya dikarenakan paksaan dari seseorang bukan karena kemauannya sendiri maka belum dapat dikatakan sebagai pendidikan.
Pemaksaan inilah yang terkadang membuat orang yang dididik tidak dapat menerima ilmu yang disampaikan pendidik secara utuh. Ilmu yang di terima hanya sepenggal-sepenggal sehingga dalam penerapannya di dalam kehidupan pastilah banyak terjadi kekeliruan. Salah satu contohnya yaitu para pejabat yang melakukan korupsi.

Pendidikan itu sendiri dapat diartikan sebagai sebuah sistem yaitu ada input (masukan) kemudian di proses dan ada output (keluaran) setelah diproses. Masukan dalam hal ini dapat berupa peserta didik, pendidik, kurikulum, gedung sekolah, sarana pembelajaran dan yang lainnya. Sedangkan keluaran meliputi hasil belajar, keterampilan, dan sikap siswa.
Penilaian banyak orang terhadap pendidikan pastilah tertuju pada keluaran atau output. Jika output jelek maka proses pendidikan tersebut jelek. Kejelekan output tersebut banyak faktor yang mempengaruhi, terutama dari masukan yang diperoleh. Jika masukan seperti siswa yang mempunyai tingkat kepandaian di atas rata-rata, guru yang pandai, fasilitas yang lengkap maka setelah diproses outputnya pasti akan bagus. Apabila masukannya siswa yang bagus tetapi gurunya tidak bagus serta fasilitasnya kurang lengkap maka hasil keluarannya pun belum tentu baik.
Karena didorong oleh keinginan yang kuat agar output menjadi baik maka banyak sekolah (lembaga pendidikan) yang hanya berlomba untuk mendapat nilai yang baik saat UN. Terbuktilah dengan adanya kecemasan, kecurangan, bahkan keterlambatan pencetakan menunjukkan bahwa pendidikan di indonesia tidak masih jauh dari harapan.
Pendidikan di indonesia dianggap terlalu mengarahkan pada ranah kognitif saja sehingga menyebabkan banyak orang yang pandai tetapi kepedulian terhadap lingkungan sosial masyarakat sangat rendah. Padahal pendidikan seharusnya menyangkut tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Hal tersebut merupakan dampak dari pendidikan yang secara tidak langsung membentuk anak menjadi sebuah bentuk tertentu, dalam hal ini adalah kurikulum pendidikan. Kurikulum seperti mesin cetak yang nantinya anak akan menjadi seperti cetakan kurikulum.
Kurikulum harus ditaati oleh guru saat melaksanakan pembelajaran, sehingga guru terlalu mengejar apa yang tertulis di kurikulum. Hal yang cukup penting yang didapat melalui hubungan sosial seperti sikap budi pekerti sedikit terlupakan.
Wahai para guru janganlah selalu mengejar materi sesuai dengan kurikulum saja perhatikanlah  sikap dalam bersosialisasi dan budi pekerti peserta didik yang anda didik. Lebih baik lagi apabila anda mengajarkan budi pekerti luhur serta sikap moral yang baik dengan pencapaian kurikulum yang tepat.
Belajar sejati adalah belajar yang berpusat pada anak, guru tidak berlaku seperti pawang atau komandan militer yang harus selalu dituruti perintahnya melainkan teman,  kakak yang membantu siswa dalam belajar. Anak dibiarkan bebas bertanya dan mencari apa yang ingin ia ketahui dari kehidupan sehari-hari. pertanyaan-pertanyaan di jawab bersama-sama dengan bimbingan dari guru.
Faktor yang cukup penting dalam proses pendidikan adalah guru oleh karena itu guru haruslah mempunyai sikap-siakp yang baik. Berikut ini beberapa perilaku guru yang digolongkan ke dalam moral-etika atau budi pekerti luhur yang wajib dimiliki seorang guru:
Berlaku jujur, Bersikap adil terhadap siapapun, Cinta kepada kebenaran, Bijaksana, Suka memaafkan, Tidak pembenci dan pendendam, Mau mengakui kesalahan sendiri, Ikhlas berkorban, Tidak mementingkan diri sendiri, Menjauhkan diri dari perbuatan terccela.
Seorang guru yang baik juga harus memiliki empat kompetensi seperti berikut:
a.         Kompetensi pedagogik\
Yaitu kompetensi guru dalam memahami peserta didiknya secara mendalam untuk mengembangkan strategi model dan metode agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan hasilnya maksimal.
b.        Kompetensi kepribadian
Yaitu kompetensi yang harus dimiliki guru secara pribadi, seorang guru haruslah memiliki kepribadian yang baik.
c.         Kompetensi profesional
Yaitu kompetensi yang berkaitan dengan tugas guru sebagai pendidik, misalnya guru harus menguasai materi yang pelajaran, guru mampu mengelola kelas dengan baik, guru mampu memilih dan memanfaatkan metode, media dan sumber belajar.
d.        Kompetensi sosial
Yaitu guru mampu berhubungan dengan siapa saja dengan baik


Proses pendidikan dapat terjadi dalam banyak situasi sosial yang menjadi ruang lingkup kehidupan manusia. Secara garis besar proses pendidikan dapat terjadi dalam tiga lingkungan pendidikan yang terkenal dengan sebutan Tri pusat Pendidikan.
Tri pusat Pendidikan, yaitu: Pendidikan di dalam Keluarga (Pendidikan Informal), Pendidikan di dalam Sekolah (Pendidikan Formal), Pendidikan di dalam Masyarakat (Pendidikan Non Formal). Ketiga lingkungan pendidikan tersebut seharusnya tidak memaksakan kehendak anak dalam belajar. Karena belajar yang sejati bukanlah mengejar nilai yang baik dan untuk kepentingan tertentu saja. Belajar sejati adalah belajar sesuai ketertarikan dan keinginan untuk menghasilkan manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.
Sudah disebutkan bahwa faktor guru merupakan faktor yang paling berpengaruh, seperti dikemukakan tokoh pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara bahwa guru harus
Ing Ngarso Sung Tulodo: Di depan seorang Guru harus dapat memberikan contoh atau Teladan yang baik kepada siswa-siswinya. Ing Madya Mangun Karso: Di Tengah atau bersama-sama dengan Siswa, Seorang guru diharapkan dapat aktif bekerjasama dengan Siswa dalam Usaha mencapai tujuan pendidikan. Tut Wuri Handayani: Di Belakang, Seorang Guru harus mampu mengarahkan dan Memotivasi peserta Didik agar dapat mencapai hasil belajar yang optimal.
Apabila 3 Asas tersebut dilaksanakan insyallah tujuan pendidikan yang termuat di UUD 1945 alinea 4 bisa tercapai. Pendidikan di indonesia semakin maju dan tidak banyak lagi koruptor yang merugikan negara dan orang lain
Guru merupakan ujung tombak dari semua hal yang dapat merubah keburukan menjadi kebaikan. Mental manusia yang baik, sikap moral yang baik, berbudi pekerti luhur serta ilmu yang banyak dan bermanfaat dapat di ciptakan sejak dari tingkat pendidikan dasar. Semoga guru tidak hanya berpatokan kepada kurikulum tetapi juga memperhatikan apa yang di sebut sebagai “Belajar Sejati”.

Selasa, 02 April 2013

Merantaulah

Cuma ingin nulis saja dan ini adalah sebuah kata-kata penyemangat untuk saya.

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
—Imam Syafii

Sabtu, 16 Februari 2013

4 titik


Inilah ini tulisan saya dan itulah itu, ya itu apa saja terserah anda apa yang disebut dengan itu. Hanya sekadar mengisi waktu luang dan sedikit berkeluh kesah. Karena menulis puisi tidak bisa menulis cerita juga tidak bisa, apa lagi membaca puisi, tapi saya bisa membaca cerita. Cerita apa yang bisa saya baca? Ya cerita tentang apa yang saya alami. Bagaimana ceritanya tiliki baeee yuhhhhhhhhh!!!!
Ceritanya berawal dari saya menulis ini dan karena saya hanya bisa membaca cerita tidak menulisnya maka saya tidak jadi menulis cerita. Terima kasihhhhhh sekiannn....
Eehhh
Ehhhhhh
Ehhhhh
ehhh tunggu dulu ada teman saya datang dia adalah dia si Otong yang suka makan nasi. Barang kali dia bisa membantu menuliskan dan saya membaca ceritanya. “Tong mau kah kau membantu saya menuliskan cerita dari cerita yang saya baca?” tanya saya. Karena otong adalah teman yang baik maka Otong tidak mengucapkan apa-apa hanya mengangguk saja sebagai tanda bahwa dia mau membantu saya menuliskan cerita yang saya baca.
Saya bercerita dan Otong pun menuliskannya sesuai dengan apa yang saya katakan yang merupakan pelafalan dari hasil membaca.
Empat buah titik dapat dibuat menjadi segiempat jika ditarik garis lurus dari masing-masing titik. Kali ini berbeda ada empat titik tetapi tidak dapat dibuat menjadi segiempat melainkan segitiga. Bagaimana bisa? Ya jelas bisa karena itu hanya anggapan saya saja. Belum tentu menurut anggapan oranag lain. Ini adalah hasil duga-duga serta otak-oatik matuk, layaknya ahli filsafat yang sedang mencari kebenaran. Saya pun ragu apakah itu benar atau tidak karena di dunia ini tidak ada yang pasti yang pasti hanya satu yaitu keragu-raguan. Untuk mengurangi keraguan maka saya berfikir bahwa saya tidak ragu. Seperti kata Descrates “cogito ergosum” saya berfikir maka saya ada. Anggap saja sama dengan Saya berfikir tidak ragu berarti saya yakin.
Saya tidak tahu filsafat hanya supaya lebih menarik saja. Keempat titik tadi adalah tempat atau lebih tepatnya kota yang bersejarah untuk saya. Empat kota tersebut pada peta menurut letaknya dan menurut prakiraan saya jika ditarik garis menghubungkan kota-kota tersebut tidak dapat menjadi segiempat. Kenapa demikian? Karena ada tiga titik yang apa bila ditarik garis menjadi menyambung panjang segaris. Itu menurut saya teserah menurut anda.
Empat kota tersebut yaitu Pemalang, Purwokerto, Tegal dan Smarang. Saya menganggap bahwa letak Pemalang, Tegal dan Semarang adalah satu lintasan atau segaris atau apalah menyebutnya teserah saja, bisa dilihat di dalam peta. Stop lihaatnya jangan Peta Arab atau amerika tapi Indonesia, kalo belum terlihat lihatlah Peta yang lebih sempit yaitu peta propinsi tentu saja jangan peta propinsi Papua tidak dapat dilihat itu kota pemalang dan 3 lainnya tadi. Lihat peta Jawa Tengah untuk melihat keempat kota tadi.
Kenapa saya anggap bersejarah? Ya karena merasa penting saja untuk. Pemalang adalah kota kelahiran saya tempat saya besar dan dibesarkan. Di KTP saya pun tertera tempat Lahir di Pemalang dan di keluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia, Propinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pemalang, Kecamatan Pemalang. Purwokerto ada saudara saya di sana kakak saya juga kuliah di sana dulu waktu masih kuliah sekarang sudah tidak. Saya sering bolak-bolak ke sana dan banyak ilmu yang saya dapat di sana. Sekarang pun ada yang membuat saya bolak-bolak kesana. Tegal kota yang sudah memberi saya banyak pelajaran dan ilmu pengetahuan. Sudah memperkenalkan saya dengan yang namanya merantau ya walaupun dekat dengan kota asal. Saya sudah mendapat kenang-kenang dari Tegal, 3 buah lembar kertas yang bertuliskan Nama saya dan penghargaan untuk saya. Padahal di kertas tersebut tidak ada kata-kata tegal melainkan Semarang dan Pemalang. Lebih kurang 4 tahun saya di tegal dan sudah mengeruk banyak ilmu. Sekarang saya ada di Semarang, karena sumber ilmu, pengetahuan dan pelajaran lainya yang berada di tegal sudah banyak saya ambil serta kontrak 4 tahun yang sudah selesai. Saya di Semarang dikontrak selama 2 tahun untuk mengekplorasi apa saja yang ada di semarang yang bermanfaat untuk saya dan orang lain, terhitung mulai September 2012. Saya berharap kontraknya tidak diperpanjang dan mendapat kenang-kenangan seperti dari kota tegal tetapi lebih bagus lagi maklumlahhh semarang kan ibu kota propinsi jadi saya berharap dapat kenang-kenangan yang lebih baik daripada apa yang saya dapat dari tegal.
Setelah dari semarang kemana lagi? Saya belum tahu, apalagi orang lain (anda). Apakah akan ada yang melengkapi menjadi segiempat atau tetap segitiga?. Apapun itu semoga dapat bermanfaat untuk orang lain, masyarakat keluarga, desa, kecamatan, kabupaten/kota, propinsi, bangsa dan negara, dunia, agama dan alam semesta.
Itulah cerita yang saya baca dan ditulis oleh Otong. Terimakasih Otong.
# Semarang, 15 Februari 2013
di Musim penghujan yang sering kepanasan

Kamis, 17 Januari 2013

HUJAN



Kamis yang masih pukul 22:22 Waktu Indonesia Bagian Kiri Bawah Komputer Saya (WIBKBKS). Mbok kota sedang di demo oleh air. Di sana tak hanya mobil dan motor yang bisa macet airpun di sana bisa macet. Seperti anda lihat di TeVe ataupun surat kabar semua berita menyoroti mbok kota yang tergenang air. Sejak dulu saat di masa penjajahan belanda sudah berpikir bagaimana mengatasi banjir di jakarta, kalo sekarang terjadi banjir di jakarta dan bangsa kita berpikir untuk mengatasinya berarti pemikiran kita mundur 400 tahun. Sebenaarnya sudah banyak yang menginatkan termasuk Benyamin S. Dalam kompor meleduknya yang mengatakan “jakarta kebanjiran di bogor angin ngamuk”, tapi kita hanya menganggapnya sebuah nyanyian saja padahal itu bisa saja pesan dari beliau untuk kita semua.
Tak ada gunanya menyalahkan orang lain, itu adalah hujan dan hujan adalah rizki yang diberikan oleh Allah SWT. Dari dulu hujan seperti itu, tidak ada bedanya tetap air yang jatuh dari atas ke bumi, tapi kita tidak bisa menyikapinya dengan baik. Jadi instropeksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain, “cobalah memahami sebelum memarahi” H. Pidi Baiq. Ya sama kita harus mengoreksi diri kita sendiri dulu sebelum kita mengkritik atau menyalahkan orang lain. Sudah saatnya kita bekerja bersama-sama untuk menangani masalah ini. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, banjir hujan bukan masalah jika kita bersama-sama mau membenahi dan merawat mbok kota bangsa ini, agar tak malu dengan negara lain. Semoga ini menjadi awal kebersatuan kita untuk memerangi air yang tidak mau mengalir di jakarta.
Dulu saya selalu bertanya-tanya apa artinya hujan turun pada saat itu, setiap hujan turun saya selalu bertanya apa artinya?. Dari beberapa kali saya merenung memahaminya saya menyimpulkan ada tiga arti dari hujan. Pertama yaitu, mencekam, kedua, itu akrab dan ketiga itu basah.
1.       Hujan itu mencekam
Saat lama tak turun hujan kemudian hujan turun untuk pertama kalinya semua merasa senang. Setelah itu akan berbeda menyikapi hujan kesan pertama begitu menggoda selanjutnya pasti tidak menggoda. Karena hujan sudah sering turun maka banyak orang yang bosan, belum lagi hujan diiringi dengan angin dan petir. Seringnya hujan juga membuat orang menjadi was-was akan akibat yang ditimbulkannya misalnya banjir dan tanah longsor. Itulah yang menyebabkan hujan itu menjadi mencekam, saat hujan turun ada beberapa orang dari kita yang merasa ketakutan akan kebanjiran dan tanah longsor.
2.       Hujan itu akrab
Setiap ada hujan pasti membawa berkah bagi orang yang menjual mantel dan payung. Laris manis seperti kacang goreng penjual payung dan mantel (jas hujan) saat musim penghujan seperti saat ini. Bagi para pengendara motor jas hujan sangat berguna agar mereka tetap bisa beraktifatas bermobilisasi dari satu tempat ke tempat lain dalam rangka bekerja atau untuk melakukan aktifitas untuk kepentingan yang lain. Jika tidak punya atau lupa membawa mantel terpaksa harus menerjang hujan atau memilih ngaub (berteduh) di sembarang tempat yang tidak terkena hujan di jalan yang dilewati. Di situ pasti tidak hanya kita yang ngaub tetapi ada orang lain di situlah akan terjadi interaksi dari orang-orang yang ngaub. Walaupun tidak kenal mereka akan saling bercerita tentang apa saja yang bisa diceritakan, sambil menunggu hujan reda. Disitulah keakraban bisa terjalin karena hujan. Hujan itu akrab.
3.       Hujan itu basah
Hujan adalah turunnya air dari atas menuju ke bumi. Jelas saja jika hujan itu membuat basah karena hujan itu adalah air, coba hujannya bukan air tapi uang tidak akan basah melainkan bungah (senang).
Ya itulah hujan, terserah anda mengartikannya sebagai apa? Kalau saya mengartikan hujan seperti di atas, mencekam, akrab, dan basah. Semoga banjir yang terjadi membawa berkah dan jangan terjadi banjir yang merenggut korban, karena banjir ini adalah sebuah cobaan sekaligus peringatan. Baru air saja sudah kebingungan kita apalagi yang lain. Semoga bangsa ini bisa menjadi bangsa yang dilindungi Allah SWT, selamat menikmati banjir, tetap tenang, tetap senang, tetap menang karena hanya itu yang harus kita lakukan untuk tetap tenang, tetap senang dan tetap menang. Setelah kesusahan pasti ada kemudahan.
SALAM
Kamis malam jumat 17 januari 2013 di musim hujan yang kebanjiran tapi sering kepanasan